TUNA SATAK, BATHI SANAK: CARA BERNIAGA TANPA RUGI ORANG JAWA
TUNA SATAK, BATHI SANAK: THE JAVANESE WAY OF DOING BUSINESS WITHOUT LOSS
DOI:
https://doi.org/10.55197/qjssh.v6si2.996Keywords:
niaga, Jawa, satak, sanakAbstract
Cara berniaga masyarakat modern identik dengan penerapan prinsip ekonomi yang ketat. Mereka berusaha mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan modal sesedikit mungkin. Prinsip ini tidak salah, namun tidak bisa diterapkan secara mutlak. Jika yang dicari hanya keuntungan, produsen akan sewenang-wenang terhadap konsumen. Untuk menghindari perilaku kasar dalam berniaga, masyarakat Jawa punya cara berniaga secara manusiawi. Terdapat keterbatasan etika dalam penerapan prinsip ekonomi yang perlu dijadikan pedoman. Masyarakat Jawa punya solusinya dengan menggunakan kaedah “tuna satak bathi sanak”. Penelitian ini berfokus pada penjual jasa parkir di sekitar kota Ponorogo. Subjek penelitian adalah juru parkir kendaraan di pinggir jalan kota Ponorogo. Kajian dilakukan dengan pendekatan antropologi untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai penerapan sistem perniagaan masyarakat tradisional Jawa. Data digali dengan menggunakan etnografi langsung, dan makna-makna yang terkandung di dalamnya ditafsirkan secara fenomenologis. Hasilnya adalah pemahaman bahwa secara tradisional masyarakat Jawa mempunyai kearifan lokal dalam berniaga. Keuntungan tidak dipandang sekedar menambah materi yang diperoleh, namun ada manfaat materi yang jauh lebih penting. Keistimewaan inilah yang dinamakan kekeluargaan atau persaudaraan, sehingga masyarakat Jawa tidak merasa rugi dalam berniaga.
References
[1] Andriani, E., Diab, A.L., Nur, J. (2020): Praktek Tukang Parkir Liar Dalam Perspektif Hukum Islam Studi Kasus Di Baruga Kota Kendari. – Fawaid: Sharia Economic Law Review 2(2): 184-195.
[2] Cahyani, R., Utami, N.R., Ratnasari, E.D., Firmansyah, K., Syah, N.A. (2024): Tradisi Sedekah Bumi dalam Upaya Pelestarian Budaya Jawa di Berbagai Daerah; Blora, Jepara, Brebes, Kendal. – Pena Edukasia 2(2): 60-67.
[3] Candra, D., Joharis, M., Zulkifli, Z. (2022): BUDAYA SEBAGAI STRATEGI DAKWAH (STUDI KASUS BUDAYA KENDURI MASYARAKAT JAWA DESA SIJAMBI). – KOLONI 1(2): 359-367.
[4] Dhavamony, M. (1995): Fenomenologi agama. – Kanisius 336p.
[5] Geertz, C. (2017): The interpretation of cultures. – Basic Books 470p.
[6] Jamalina, M., Purnomo, R.A., Cahyono, Y., Hamidah, H., Winanto, A.R. (2023): Kepuasan Petugas Dinas Perhubungan dan Kinerja Juru Parkir Tepi Jalan Umum: Upaya Inovasi Pelayanan Kepada Masyarakat. – Gema Wiralodra 14(1): 75-81.
[7] Khafidz, A.M. (2023): Pedagang Pasar Tradisional: Makna Pasar, Motif, dan Perilaku Pedagang. – Penerbit NEM 67p.
[8] Kinanti, R.A., Zikwan, M., Sy, S., Almas, B., Nindyaningtyas, U., Ei, S., SEi, M., Hasanah, I., Albanjari, F.R., Ilmiah, D., Maulana, A. (2022): Manajemen Bisnis Syariah. – Media Sains Indonesia 279p.
[9] Koem, F.D. (2016): Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Jasa Profesi Tukang Parkir (Studi Kasus Pasar 45 Kota Manado). – Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah 12(1): 18p.
[10] Kusaeri, A. (2017): Berkah dalam Perspektif Al-Qur’an (Kajian tentang Objek yang mendapat keberkahan). – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 111p.
[11] McCurdy, D.W., Spradley, J.P., Shandy, D.J. (2004): The cultural experience: Ethnography in complex society. – Waveland Press 190p.
[12] Moleong, L.J., Surjaman, T. (2014): Metodologi penelitian kualitatif. – Remadja Karya 253p.
[13] Mursela, M., Kamila, Y., Nurjihad, R. (2023): Nilai Kearifan Lokal Budaya Kenduri di Pulau Bengkalis Ditinjau dari Aspek Agamis dan Sosiologis. – JIPKIS: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman 3(1): 66-71.
[14] Nasr, S.H. (1975): Islam and the plight of modern man. – ABC International Group 314p.
[15] Pitoyo, D. (2008): Tuna satak bathi sanak (kearifan jawa dalam etika bisnis). – Jurnal Filsafat 18(2): 131-155.
[16] Ristanto, H. (2024): Setoran Retribusi Parkir Ponorogo Bocor hingga 50 Persen. – Radar Madiun Web Portal 6p.
[17] Senda, S.S., Boe, M.R., Bili, S. (2024): Analisis Fenomena"Fear of Missing Out" di Kalangan Remaja Dalam Arus Perkembangan Teknologi Digital: Analysis of ‘Fear of Missing Out’ phenomenon among teenage in current digital technology development. – Quantum Journal of Social Sciences and Humanities 5(6): 31-37.
[18] Setyaningsih, T., Asrihapsari, A., Suryanadi, P. (2019): Javanese local wisdom in family businesses. – Jurnal Akuntansi dan Bisnis 19(2): 208-217.
[19] Setyawan, A. (2016): Kritik Seni Modern Seyyed Hossein Nasr: Menghidupkan Spiritualitas Dalam Dunia Seni. – CV Senyum Indonesia 163p.
[20] Shodiq, M.F., Adyani, N.H., Sari, D.R., Aini, N.N. (2023): Kearifan Lokal Tuna Satak Bathi Sanak dalam Transaksi Perdagangan Komunitas Muslim Pedagang Ngruki Sukoharjo. – Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities 4(02): 131-148.
[21] Spradley, J.P. (1997): Metode Etnografi. – Tiara Wacana 330p.
[22] Sujarwoko, D.H. (2023): Dishub Ponorogo Tertibkan Oknum Juru Parkir “Nakal”. – Antara Jatim Web Portal 10p.
[23] Sulaeman, A. (2017): Konsep Panjang Umur Dalam al-qur’an (Analisis Tahlili terhadap QS Yasin/36: 68). – UIN Alaudin 93p.
[24] Tenau, I. (2022): FENOMENA TUKANG PARKIR DALAM PERSPEKTIF FENOMENOLOGI. – Journal of Syntax Literate: 7(3): 33p.
[25] Wijayanti, A. (2018a): Implementation of Javanese local wisdom principles as alternative solution for non-litigation legal aid model for marginal community. – In Proceedings of the Annual Conference on Social Sciences and Humanities (ANCOSH 2018) 6p.
[26] Wijaya, H. (2018b): Analisis data kualitatif model Spradley (etnografi). – Sekolah Tinggi Theologia Jaffray 3(1): 1-10.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 AGUS SETYAWAN

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.